CATATAN SINGKAT TENTANG PESTA DEMOKRASI 2019 DAN JALAN MENUJU HAKIKAT DEMOKRASI PANCASILA

M. Mukhtasar Syamsuddin

Abstract


Ketika catatan singkat ini dipersiapkan, tepatnya pada Minggu, 28 April 2019, pukul 00:00, hasil Real Count Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan perolehan suara sementara Jokowi-Amin (56,38%) mengungguli Prabowo-Sandi (43,62%).† Terlepas dari pro dan kontra atas hasil Real Count versi KPU tersebut, rakyat Indonesia dari kedua kontestan Pemilihan Presiden (Pilpres) sampai kini tengah menunggu hasil rekapitulasi perhitungan suara yang dijadwalkan akan berakhir pada 22 Mei 2019. Bagaimanapun, hasil dan bahkan keputusan final berupa penetapan pemenang Pilpres 2019 oleh KPU sebagai lembaga resmi negara sangat berpengaruh dalam menentukan masa depan bangsa Indonesia. Perhelatan elektoral yang mewujud dalam bentuk pesta demokrasi 2019 memang telah usia. Namun keserentakan Pilpres dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 yang merupakan pengalaman pertama bangsa Indonesia ini menyisakan banyak persoalan (teknis), sebut saja misalnya yang umum diketahui; 1) masalah ketersediaan logistik atau keterlambatan datangnya surat suara ke TPS yang melewati pukul 07.00 dan kekurangan surat suara; 2) masalah profesionalitas penyelenggara pemilu, seperti ketidakhadiran petugas KPPS tepat waktu dan tidak dilakukannya prosesi pengambilan sumpah anggota KPPS, serta tidak ditandatanganinya surat suara di beberapa TPS, 3) masalah teknis pemungutan dan penghitungan suara, seperti pemilih salah masuk TPS, dan terjadinya selisih jumlah daftar pemilih tetap (DPT) dengan ketersediaan surat suara, dan lain-lain. Di luar masalah teknis tersebut, dari berbagai versi juga dilaporkan bahwa Pemilu serentak ini telah mengakibatkan 119 atau lebih petugas KPPS dan 33 pengawas tempat pemungutan suara (PTPS) meregang nyawa, serta masih banyak orang lain menjalani rawat inap di rumah sakit yang menurut hasil pemeriksaan dokter ahli disebabkan karena kelelahan.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.