MENGINGAT KEMBALI SEJARAH PERJUANGAN, MERAJUT ASA BANGSA INDONESIA

Tri Mardiana

Abstract


Semakin mendekati pelaksanaan Pemilihan Umum tahun 2019 di Indonesia berbanding lurus dengan memanasnya dukungan dari masing-masing Pasangan Calon. Dukungan inipun termanifestasi ke dalam bentuk-bentuk kampanye di berbagai media, salah satunya media sosial. Fenomena yang justru terjadi adalah meningkatnya jumlah berita bohong, hate spin, dan hoaks. Kominfo melansir data bahwa pada bulan Agustus 2018 sampai dengan Maret 2019 telah ditemukan 1.224 hoaks, dan terbanyak pada bulan Maret 2019 yakni 453 hoaks yang sepertiganya adalah tentang politik. Semakin meningkatnya hoaks yang bertemakan politik ini tak lepas dari terpolarisasinya pendukung pasangan calon yang fanatik. Sehingga hal ini menimbulkan kebencian antar masing kubu pendukung yang lama kelamaan akan mendegradasi rasa persatuan dan kesatuan Indonesia. Melihat fenomena ini diperlukan sebuah sikap atau ikhtiar bersama untuk merajut kembali perdamaian di Indonesia pasca Pemilu 2019. Dalam tulisan ini akan dijelaskan mengenai fenomena polarisasi pendukung calon dengan menggunakan pendekatan Needs Fears Mapping untuk melihat minat, keinginan, ketakutan dan opsi yang bisa ditawarkan untuk mengurangi ketegangan antar pendukung paslon. Dari hasil analisa, kedua kubu samasama terikat oleh kedekatan wilayah dan kewarganegaraan. Jika ditarik garis lurus berarti kedua kubu memiliki sejarah yang sama. Di dalam upaya membangun perdamaian, sejarah menjadi penting untuk mempersatukan kelompok-kelompok yang telah terpecah belah. Harus disadari setiap kelompok yang hadir di Indonesia memiliki persamaan nasib dalam hal pembentukan bangsa. Pembangunan kembali ingatan sejarah persatuan bangsa perlu digalakkan agar terbangun kembali kesadaran untuk berbangsa dan bernegara di Indonesia. Bangsa yang besar adalah bangsa yang pandai menghargai sejarah.

Keywords


Polarisasi Pendukung Pilpres 2019, Sejarah Bangsa Indonesia, Upaya Perdamaian, Kesadaran Berbangsa dan Bernegara

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.