PENDEKATAN KETIGA PEMBINAAN IDEOLOGI: SEKOLAH KADER PANCASILA 3.0

Arie Hendrawan, Wahyu Rizky Pratama, Bambang Tri Atmojo

Abstract


Pada tahun 2018, pemerintah memperkuat UKP-PIP menjadi BPIP dengan Perpres Nomor 7 Tahun 2018. BPIP menjadi instrumen pembinaan ideologi ketiga yang dibentuk pemerintah. Di era pemerintahan orde lama dulu tercatat pernah ada Tubapi dan pada zaman orde baru muncul P4 yang dibuat oleh BP7. Namun, dua hal tersebut belum cukup berhasil melakukan pembinaan Pancasila kepada setiap masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, perlu arah baru dalam pembinaan Pancasila yang dilakukan oleh BPIP dengan muatan kebaruan dan keterbukaan. Di sini penulis mengajukan gagasan ―Sekolah Kader Pancasila 3.0‖ sebagai pendekatan ketiga dalam upaya aktualisasi Pancasila. Episentrum dari ide besar tersebut adalah untuk mencetak karakter pemuda Indonesia yang Pancasilais. Pelajar dipilih sebagai fokus sasaran, sebab mereka memiliki peran krusial dalam menentukan masa depan bangsa, terlebih lagi menyambut bonus demografi tahun 2030. Adapun label ―3.0‖ digunakan untuk menandai pendekatan ketiga pembinaan Pancasila setelah Tubapi dan P4. Sebagai lembaga yang legitimate membidani lahirnya Sekolah Kader Pancasila 3.0, BPIP bisa mengadopsi konsep sekolah ideologi yang telah bergulir di Kabupaten Purwakarta untuk diterapkan di daerah lain. Pertama, dengan menggandeng pemerintah daerah dan jajaran TNI, Polri, FKUB, serta Ormas setempat. Kedua, menggunakan model pembinaan yang lebih beragam, seperti outbond, tutor sebaya, training motivasi, maupun kearifan lokal. Selanjutnya, peran BPIP tidak cukup hanya sebagai inisiator saja, tetapi juga supervisor untuk menjamin keselarasan materi dan proses pembinaan, termasuk inklusivitas metodologinya. Jadi, Sekolah Kader Pancasila 3.0 akan dapat mengambil peran sebagai gerakan transformasi sosial, bukan sarana indoktrinasi nilai dan sikap.

Keywords


Pembinaan Ideologi, Sekolah Kader Pancasila 3.0

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.