Nilai-nilai Kearifan Lokal Pada Masyarakat Sedulur Sikep Kudus

Eta Yuni Lestari

Abstract


Indonesia memiliki kearifan lokal (local wisdom) yang dapat dijadikan sebagai strategi untuk bertahan dari berbagai macam ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan di era global. Seringkali ajaran-ajaran dalam local wisdom justru konsisten dalam menjaga lingkungan dan nilai-nilai budaya, termasuk dalam menerapkan nilai-nilai yang dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan. Salah satunya pada kelompok Sedulur Sikep atau sering disebut Suku Sedulur sikepyang ada di Desa Kaliyoso Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. Masyarakat Sedulur Sikep justru mempertahankan kelestarian lingkungan dan budaya yang ada secara turun menurun di atas gempuran arus teknologi dan infomasi yang semakin kuat. Aktualisasi nilai-nilai Pancasila pada masyarakat Sedulur Sikep dapat tercermin dari nilai-nilai kearifan lokal yang mereka jaga. Wujud implementasinya adalah sila pertama, masyarakat sedulur sikep sangat religius, dengan menjalankan ajaran keyakinan mereka yang disebut dengan agama Adam, sila kedua masyarakat sedulur sikep demi menjaga hubungan baik dengan sesama manusia menjauhi sifat-sifat drengki (memfitnah), srei (serakah, jail), panasten (mudah tersinggung, tidak sabar), dawen (menuduh tanpa bukti ), kemeren (iri hati). Sila ke tiga sedulur sikep sangat menjujung nilai persatuan dengan prinsip rukun (rukun dengan istri, anak, orang tua, tetangga, dan dengan siapapun), sila ke empat masyarakat sedulur sikep sangat menjunjung karakter musyawarah, dan juga sesuai dengan nilai sila ke lima prinsip adil baik dalam menjaga lingkungan khususnya dalam bertani.

Keywords


Kearifan lokal, Nilai, Pancasila, Sedulur Sikep

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.