Menguatkan Karakter Kebangsaan Indonesia di Era Globalisasi

Martien Herna Susanti

Abstract


Secara faktual era globalisasi ditandai oleh kaburnya batas-batas geografis, ideologis, dan kultural, karena munculnya sebuah tata dunia baru. Di dalamnya terjadi proses kompresi ruang dengan adanya pertumbuhan pesat dalam kesalingterkaitan budaya, komoditas, informasi, dan masyarakat yang melintasi ruang dan waktu. Hal ini ditunjang oleh perkembangan teknologi dan sistem informasi untuk memadatkan ruang dan waktu. Globalisasi ini berdampak pada setidak-tidaknya empat krisis yang dihadapi bangsa Indonesia. Pertama, krisis jatidiri, dimana masyarakat Indonesia tidak lagi mampu mengenali dirinya sebagai bangsa. Kedua, krisis ideologi. Pancasila sebagai ideologi hanya tinggal nama, tidak lagi menjadi ideologi yang hidup dalam perilaku sehari-hari masyarakat Indonesia. Ketiga, krisis kepercayaan. Keempat, krisis karakter, dimana ucapan, sikap, dan perilaku masyarakat belum mencerminkan karakter bangsa. Dua tantangan era globalisasi yakni ekonomi dan kebudayaan yang saling terkait satu dengan yang lain. Kehadiran perusahaan multinasional merupakan indikator di bidang ekonomi. Di bidang kebudayaan terjadi pergeseran fokus gerakangerakan sosial dari isu kelas sosial ke isu identitas kultural. Inilah fenomena baru dari konflik masyarakat global yang merangsek hingga ke level nasional dan lokal. Konflik-konflik sosial yang ada di masyarakat tidak lagi terekspresi secara keseluruhan melalui aksi-aksi politik dan perjuangan kelas melainkan lewat resistensi kultural. Resistensi ini kemudian terekspresi secara sistemik ke dalam struktur sosial melalui aksi-aksi kekerasan massa, intoleransi, diskriminasi, dan tribalisme.

Keywords


Karakter Bangsa; SARA; Globalisasi

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.