Sikap Keagamaan Moderat Nahdlatul Ulama (NU) dan Komitmennya dalam Mempertahankan Empat Pilar Kebangsaan

Asmaul Husna, Febriyanti Febriyanti

Abstract


Bangunan negara-bangsa(nation-state) membutuhkan pilar atau soko guru yang merupakan tiang penyangga yang kokoh agar rakyat yang mendiami merasakan keamanan, kenyamanan, dan kesejahteraan.Pilar bagi suatu negara-bangsa berupa sistem keyakinan atau belief system, atau philoshophisce grondslag, yang berisi konsep, prinsip dan nilai yang dianut oleh rakyat negara-bangsa dan diyakini memiliki kekuatan untuk dipergunakan sebagai landasan dalam kehidupan, bermasyarakat dan bernegara. Nahdlatul Ulama (NU) merupakan ormas keagamaan terbesar di Indonesia bahkan di dunia, yang mewakili tradisi paham keagamaan sunni. Sejak didirikan tahun 1926, NU telah terlibat secara aktif dalam mengontrol negara dan melakukan berbagai terobosan untuk menjaga apa yang disebut sebagai Empat Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Adapun modal kultural NU dalam kancah politik nasional tidak terlepas dari prinsip-prinsip perjuangan NU yangtasammuh (toleran), tawasuth (moderat), tawazun (serasi dan seimbang), dan ta’adul (adil). Modal kultural inilah yang kemudian bisa menjembatani hubungan antara NU dengan masyarakat luas, sehingga bisa diterima tidak hanya oleh umat Islam, tetapi juga oleh umat agama lain. Sikap NU ini juga sesuai dengan konsep al-ghayah wa al-wasa’il, yakni memanfaatkan tindakan politik untuk tujuan pembangunan kebangsaan.

Keywords


Nahdlatul Ulama; Islam Moderat; Empat Pilar Kebangsaan

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.