Pola Internalisasi Nilai Multikultural pada Pendidikan Pesantren Tradisional dalam Mencegah Ancama Radikalisme di Tasikmalaya

Akhmad Satori, Wiwi Widiastuti

Abstract


Penelitian ini menjelaskan mengenai Pola Internalisasi Pendidikan Multikultural pada Pondok Pesantren Tradisional dalam mencegah Ancaman Radikalisme di Kota Tasikmalaya ini harapannya akan melahirkan karya yang mampu menjadi tawaran model pendidikan multikultural untuk dapat diaplikasikan di komunitas masyarakat lainnya. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis secara mendalam lewat proses penggambaran aktifitas pendidikan di beberapa ponpes Tradisional yang terkait dengan praktek-praktek pendidikan dalam menangkal segala bentuk faham radikalisme. Dengan Metode Kualitatif, hasil Penelitian menunjukan bahwa Pertama, Pola internalisasi tradisi di pondok pesantren sangat di pengaruhi oleh nilai nilai Ahlussunah wal jamaah (ASWAJA), penerapan prinsip prinsip tawasut, tasammuh, taadul ditanamkan pada pendidikan baik di pesantren maupun di madrasah formal di tingkat pertama, Kedua, Pola Pendidikan Pesantren mempunyai ciri khas memberikan pengetahuan mengenai ilmu alat/metode, sebagai kunci untuk membaca dan memahami ilmu agama yang lebih mendalam, hal ini dikarenakan pemahaman mengenai ajaran agama di landasi oleh pemahaman metodologis terhadap ilmu. Pada tingkat lebih lanjut pengajaran mengenai ushul baik fiqih maupun Al-Qur’an dan Hadits harus terintegrasi. Ketiga, penerimaan terhadap ajaran ajaran baru di pesantren selalu di lakukan dengan berbagai aktifitas dialogis, seperti bathsul masaail, menjadikan penerimaan pondok pesantren terhadap multikultural lebih terbuka. Dapat disimpulkan bahwa pola pendidikan di Pondok Pesantren telah memasukan nilai nilai multikulturalisme yang dapat mencegah ancaman radikalisme.

Keywords


Pendidikan Multikulturalisme; Pesantren Tradisional; Radikalisme

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.